KELOMPOK TANI TIRTAYASA KOMODTI PADI DESA POHI KEC. LUWUK TIMUR KAB. BANGGAI PROP. SULAWESI TENGAH MENCOBA PERLAKUAN PEMANGKASAN DAUN PADA TANAMAN KOMDITI PADI UNTUK MENIGKATKAN HASIL PRODUKSI

LUWUK BANGGAI, Awal mula mumculnya ide tersebut bermula dari Tim Program Readsi Kabupaten Banggai (Tenaga Ahli Readsi  Kabupaten Banggai MASKUR ASIS dan Fasilitator Desa Pohi  FEBRIYANTO AZIS) melakukan bincang bincang ringan
bersama ketua kelompok dalam rangka monev TA Prog Readsi Kabupaten Banggai  ke wilayah dampingan Program Readsi di Kabupaten Banggai yang pada itu jadwalnya ke Desa Pohi, dari awal perbincangan tersebut ketua poktan menyampaikan kondisi terkini pertumbuhan benih padi bantuan Program Readsi PPSU Propinsi Sulawesi Tengah, kemudian TA Readsi Kab. Banggai bersama FD Desa Pohi memberikan sebuah tantangan kepada ketua poktan Tirtayasa BPK. MUHLIS untuk melakukan sebuah perlakuan untuk tanaman komoditi padi seperti yang sempat dilihat oleh TA Readsi Kab. Banggai di salah satu kanal Youtube tentang metode perlakuan petani pada komoditi padi sawah di Vietnam dengan sistem pemangkasan Daun untuk meningkatkan Produksi Gabah, tantangan tersebut lamgsung diterima oleh ketua poktan TIRTAYASA, dia menyampaikan bahwa "untuk sesuatu yang baik kita harus berani berinovasi berhasil dan tidaknya dari inovasi tersebut itu adalah hasil akhir yang penting kita berani mencoba dulu" itulah semangat dari ketua poktan, sehingga pada saat itu jg kami langsung turun ke sawah milik ketua poktan Tirtayasa,
yang pada saat itu telah ditanami benih padi bantuan Readsi dari PPSU, umur padi pada saat itu sudah layak untuk dilakukan uji perlakuan karena umur padi sudah 2 nulan berjalan, pemangkasan daun akan dilakukan minimal 2 kali dan maksimal 3 kali sebelum tanaman padi tersebut berbuah, perlakuan sudah dilaksanakan 1 kali pada tanggal 4/3/2021 dan dalam waktu dekat ini kita akan lakukan pemangkasan kedua dengan jedah waktu kurang lebih 2 minggu dan pemangkasan ke 3 menyesuaikan dengan kondisi perkembangan tanaman padi tersebut, diharapkan perlakuan ini akan kita monitoring terus dengan harapan hasil dari padi perlakuan lebih maksimal hasilx dibandingkan dengan tanaman yang tidak diberi perlakuan pemangkasan, dan harapan besar perlakuan ini bisa berhasil dan nisa di terapkan petani padi sawah lainnya di kabupaten banggai, tinggal kita menunggu hasil akhirnya pada saat menjelang panen dan kita lakukan ubinan untuk memastikan perlakuan tersebut berhasil atau tidak seperti yang disampaikan oleh ketua poktan kita harus berani mencoba mengenai hasil akan terlihat pada akhir yang penting mencoba dulu,... the mask 15/03/2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEMENTERIAN PERTANIAN MELALUI PROGRAM READSI MELAKSANAKAN PELATIHAN FASILITATOR DESA (FD) KABUPATEN BANGGAI TENTANG ADOPSI OBSERVASI (AO) PADA TANAMAN KAKAO